Sunday, 8 February 2015

Pengertian Sumber Daya Alam



Disusun oleh : Alvi Rahma P



A.   Pengertian SDA

Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Bahan tersebut dapat berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

B.   Pengelompokan SDA

Sumber daya alam dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal
berikut.
1. Kemungkinan pemulihannya :
(a)  sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan
(b)  sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui;
2. Materinya:
(a)  sumber daya alam organik dan
(b)  sumber daya alam anorganik;
3. Habitatnya:
(a)  sumber daya terestris, dan
(b)  sumber daya alam akuatik.

1. Sumber Daya Alam Berdasarkan Kemungkinan Pemulihannya
  a. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) adalah sumber daya yang dapat tersedia kembali dalam waktu yang cepat sehingga tidak dapat habis.
Namun demikian, apabila pemanfaatannya tidak terkendali, sumber daya alam ini dapat habis atau punah. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Banyak tumbuhan dan hewan yang punah atau terancam punah karena ulah manusia merusak tempat hidupnya atau memburunya untuk berbagai keperluan. Selain itu, air dan udara juga masuk kelompok ini.

  b. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) merupakan sumber daya alam yang pembentukannya berlangsung sangat lambat dalam waktu jutaan atau ratusan juta tahun. Oleh karena itu, jumlahnya relatif tetap atau berkurang karena dimanfaatkan dan akhirnya pada saatnya nanti akan habis. Contoh SDA tidak diperbaharui: minyak bumi, gas alam, batu bara, dan bahan tambang lainnya.


2. Sumber Daya Alam Berdasarkan Materi
Sumber daya alam dapat juga dikelompokkan berdasarkan materinya seperti berikut.

a.Sumber Daya Alam Organik
Sumber daya alam organik (hayati), materi atau bahannya berupa jasad hidup, yaitu tetumbuhan dan hewan. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam organik antara lain kehutanan, pertanian, peternakan, dan perikanan.
b. Sumber Daya Alam Anorganik
Sumber daya alam anorganik (nonhayati), materinya berupa benda mati seperti benda padat, cair, dan gas. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam anorganik di antaranya pertambangan mineral, tanah, batuan, minyak dan gas alam, dan energi.

 3. Sumber Daya Alam Berdasarkan Habitat
Sumber daya alam berdasarkan macam habitatnya dapat dibedakan menjadi.
a.   Sumber Daya Alam Terestris
 Sumber daya alam terestris (daratan) adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah sebagai lahan untuk berbagai aktivitas penduduk, sebagai bahan industri (keramik, genteng, dan lain-lain), dan segala sumber daya yang berasal dari darat.
b.  Sumber Daya Alam Akuatik
Sumber daya alam akuatik (perairan) adalah sumber daya alam yang berhubungan dengan laut, sungai, danau, air tanah, air hujan, dan lain-lain.

C. Pemanfaatan SDA Pada Masa Hindu, Buda,        Praaksara, dan Islam

NO
SDA
Manfaat SDA
1
Udara/Angin
1. Bernafas
2. Untuk menggerakan kincir angin
3. Untuk berfotosintesis
4. Melindungi kehidupan di bumi dari sinar UV
        
2
Tanah
1. Bercocok tanam
2. Membangun rumah
3. Membangun jalan
4. Membuat kerajinan
5. Membuat taman

3
Sungai
1. Untuk minum
2. Mencuci
3. Irigasi sawah
4. Mandi
5. Untuk PLTA
6. Perikanan
7. Untuk tempat tinggal (nomaden)

4
Hutan
1. Pertanian
2. Pemukiman
3. Tempat menyimpan air hujan
4. Tempat bagi hidup flora dan fauna
5. Mencegah terjadinya erosi
6. Menghasilkan oksign dan menyerap karbondioksida
7. Sumber kehidupan bagi masyarakat

5
Matahari
1. Pembangkit listrik tenaga surya
2. Mengeringkan pakaian
3. Untuk fotosontesis

6
Hewan
1. Diambil dagingnya
2. Untuk pemujaan
3. Diambil kulitnya
4. Untuk membajak sawah




7
Batu
1. Bahan bembuat kapak
2. Bahan membuat senjata


8
Logam
1. Bahan membuat senjata

9
Pasir
1. Bahan bangunan









D. Pemanfaatan SDA Di daerah Kita

  
 Secara alamiah, penduduk memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam berbagai bentuk aktivitas sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya, aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam enam aktivitas, yaitu : (1) pertanian, (2) perkebunan, (3) peternakan, (4) perikanan, (5) pertambangan, dan (6) kehutanan.

1.Aktivitas Pertanian
  Aktivitas pertanian di Indonesia secara umum dapat dibagi atas :

  a.Pertanian Lahan Basah
Pertanian lahan basah atau biasa disebut juga pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia.Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan pada lahan ini adalah padi.
 b.Pertanian Lahan Kering
Pertanian lahan kering adalah bentuk pertanian yang pengelolaannya mengandalkan air hujan.Dengan suhu udara yang cukup sejuk. Tanaman yang cocok untuk lahan kering adalah  palawija, sayuran, dan buah-buahan.

2.Aktivitas Perkebunan

Perkebunan adalah aktivitas budi daya tanaman tertentu pada suatu lahan yang relatif luas.Komoditas perkebunan yang berkembang di Indonesia di antaranya adalah teh, kopi, cokelat, karet, kelapa, dan kelapa sawit. 

3. Aktivitas Peternakan

Budi daya peternakan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya sapi, kerbau, kuda, babi. Selain itu, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing, domba, dan lain-lain.

4. Aktivitas Perikanan

Curah hujan yang cukup tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh penduduk untuk aktivitas perikanan.Selain itu, banyak di antara para nelayan yang tidak memiliki perahu sendiri atau menyewa pada pemilik perahu. Akibat hal tersebut kondisi sosial ekonomi nelayan di Indonesia tergolong masih rendah.





5.Aktivitas Pertambangan

Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang juga ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan perjanjian tertentu dan sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia.Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik skala besar seperti PLN, maupun untuk rumah tangga, industri, kendaraan bermotor. Selain dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. produksi minyak bumi dan gas alam Indonesia juga diekspor ke berbagai negara lain.

6.Aktivitas Kehutanan

Hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya yang ada di dalamnya




Sunday, 1 February 2015

Macam-Macam Bilangan


1.         BILANGAN ASLI
Bilangan asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol. Nama lain dari bilangan ini adalah bilangan hitung atau bilangan yang bernilai positif (integer positif).
Contoh :
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}

2.       BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh :
{0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}

3.       BILANGAN NEGATIF
Bilangan negatif (integer negatif) adalah bilangan yang lebih kecil/ kurang dari nol. Atau juga bisa dikatakan bilangan yang letaknya disebelah kiri nol pada garis bilangan.
Contoh :
{-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}


4.       BILANGAN BULAT
Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan bilangan negatif.
Contoh :
{-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, ...}



5.       BILANGAN PRIMA
Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri
Contoh :
{2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, ...}

6.      BILANGAN KOMPOSIT
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang bukan merupakan bilangan prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi bilangan bulat, atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Atau bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.
Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}

7.       BILANGAN KOMPLEKS
Bilangan kompleks adalah suatu bilangan yang merupakan penjumlahan antara bilangan real dan bilangan imajiner atau bilangan yang berbentuk a + bi. Dimana a dan b adalah bilangan real, dan i adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan real a disebut juga bagian real dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh :
{3 + 2i}


8.      BILANGAN IMAJINER
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2= −1. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi, bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik :
   x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen 
   x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
   x = √-1

9.      BILANGAN REAL
Bilangan real atau bilangan riil menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”. Bilangan real meliputi bilanganrasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilanganirrasional, seperti π dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).

10.   BILANGAN IRRASIONAL
Bilangan irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih tepatnya hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa dinyatakan a/b.
Contoh :
π         =          3,141592653358…….. 
√2        =          1,4142135623……..
e          =          2,71828281284590…….         

11.      BILANGAN RASIONAL
Bilangan rasional adalah bilangan-bilangan yang merupakan rasio (pembagian) dari dua angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b, dimana a merupakan himpunan bilangan bulat dan b merupakan himpunan bilangan bulat tetapi tidak sama dengan nol.
Contoh :
{½, ⅓, ⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}
Bilangan pecahan/ pecahan-pecahan termasuk sekumpulan bilangan rasional.
Pecahan desimal adalah pecahan-pecahan dengan bilangan penyebut 10, 100, dst. { 1/10, 1/100, 1/1000 }, semua bilangan ini dapat ditemukan dalam garis-garis bilangan.

Sebuah bilangan asli dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan rasional. Sebagai contoh bilangan asli  2 dapat dinyatakan sebagai 12/6 atau 30/15 dan sebagainya.
Bilangan  Rasional  diberi lambang Q (berasal dari bahasa Inggris “quotient”).

12.    BILANGAN PECAHAN
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan/ ditampilkan dalam bentuk a/b; dimana a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
a disebut pembilang dan b disebut penyebut.
Contoh: 1/2 
13.    Bilangan Nol
 Bilangan nol adalah bilangan yang menyatakan banyaknya anggota  himpunan kosong. Sedangkan himpunan kosong sendiri adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota.
14.    Bilangan Genap
 Bilangan genap adalah bilangan-bilangan kelipatan 2.
15.    Bilangan Ganjil
Bilangan ganjil juga disebut bilangan gasal, bilangan   ganjil merupakan lawan dari bilangan genap