Saturday, 31 January 2015

PENGERTIAN TANAH BESERTA JENIS-JENISNYA


1.     PENGERTIAN TANAH
Tanah merupakan hasil pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan organik. Tanah mengandung partikel batuan atau mineral, bahan organik ( senyawa organik dan organisme ) air dan udara.

· USIA TANAH
Dilihat dari segi kesuburannya, tanah dibedakan atas tanah muda, tua dan tanah mati.
1.      Tanah Muda.
Tanahnya banyak mengandung  zat makanan ( unsur haranya sangat baik ), udara dan air di dalamnya masih tetap terjaga, tingkat kesuburannya tinggi,  tanah tersebut dalam keadaan gembur yang butirannya tidak teralu besar. Tanah ini banyak dijumpai di lereng gunung dan di sepanjang aliran sungai ( DAS ), serta berwarna abu-abu.
2.      Tanah Tua.
Tanah ini memiliki cukup makanan tetapi tidak segembur tanah muda, karena sering dipakai untuk berbagai jenis usaha pertanian dan perkebunan, sehingga bunga tanahnya atau kandungan zat makanan seperti unsur hara menjadi berkurang.Kesuburan tanah ini tidak sesubur tanah muda. dan tanah ini mengalami erosi. Tanah ini padat dan berubah warna yang tadinya abu-abu menjadi coklat keabu-abuan.
3.      Mati.
Hampir seluruh unsur hara hilang, sehingga tanah akan kehilangan zat makanan. Tingkat kesuburan tanah ini rendah. Dengan keadaan tanah yang dibiarkan ditumbuhi alang-alang maka tanahnya akan menjadi padat dan kritis, sehingga tanahnya menjadi merah atau merah muda.
· MANFAAT TANAH

  Manfaat tanah antara lain:
1.      Sebagai tempat tinggal
2.      Sebagai bercocok tanam
3.      Untuk membuat jalan
4.      Untuk bahan baku kerajinan

· CARA PELESTARIAN TANAH
a.       mengurangi penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan   membudidayakan pupuk kandang/pupuk organik untuk mengambilkan kesuburan tanah.
b.      pengendalian lahan kritis dengan melakukan reboisasi dan penghijauan
c.       mengurangi laju erosi tanah,mis: pembuatan terasering pada lahan miring
d.      mengurangi kejenuhan tanah dengan melakukan pergiliran tanaman pertanian agar kesuburan tanah tetap terpelihara
e.       mengurangi penguapan tanah dengan penggunaan mulsa dari sisa-sisa tanaman sebagai penutup tanah
2.     PROSES TERBENTUKNYA TANAH
Pembentukan tanah di bagi menjadi empat tahap
Batuan yang tersingkap ke permukaan bumi akan berinteraksi secara langsung dengan atmsosfer dan hidrosfer. Pada tahap ini lingkungan memberi pengaruh terhadap kondisi fisik. Berinteraksinya batuan dengan atmosfer dan hidrosfer memicu terjadinya pelapukan kimiawi.
Setelah mengalami pelapukan, bagian batuan yang lapuk akan menjadi lunak. Lalu air masuk ke dalam batuan sehingga terjadi pelapukan lebih mendalam. Pada tahap ini di lapisan permukaan batuan telah ditumbuhi calon makhluk hidup.
Pada tahap ke tiga ini batuan mulai ditumbuhi tumbuhan perintis. Akar tumbuhan tersebut membentuk rekahan di lapisan batuan yang ditumbuhinya. Di sini terjadilah pelapukan biologis. Di tahap yang terakhir tanah menjadi subur dan ditumbuhi tanaman yang ralatif besar.

3.     JENIS-JENIS TANAH DAN PERSEBARANNYA

1. Tanah Alluvial
Alluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai-sungai. Sifat tanah jenis ini gembur, dapat menyerap air. Ciri-ciri tanah ini yaitu, jenis tanah masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, dan kesuburan umumnya sedang hingga tinggi. Tanah ini cocok ditanami, palawija, tembakau, tebu, sayuran, kelapa dan buah-buahan. Jenis tanah ini terdapat di Jawa bagian Utara, Sumatra bagian Timur, Kalimantan bagian Barat dan Selatan.Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai seperti di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.

2.    Tanah Andosol
Tanah andosol terbentuk dari endapan abu vulkanik yang telah mengalami pelapukan sehingga menghasilkan tanah yang subur. Tanah ini memiliki ciri-ciri yaitu, warna coklat kekelabuan hingga hitam, kandungan organiknya tinggi, dan kelembapannya juga tinggi. Andosol kebanyakan terdapat di pulau-pulau yang memiliki gunung api aktif, seperti di Sumatra bagian Barat, Jawa, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara.


3.    Tanah Grumusol
Grumusol adalah tanah yang berasal dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik, sehingga kandungan organiknya rendah. Tanah grumusol pada umumnya mempunyai tekstur liat, berwarna kelabu hingga hitam, pH netral hingga alkalis, dan mudah pecah saat musim kemarau. Persebarannya meliputi Sumatra Barat, Jawa Barat (daerah Cianjur), Jawa Tengah (Demak, Grobogan), Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Madiun, dan Bangil), serta di Nusa Tenggara Timur. Pemanfaatan jenis tanah ini pada umumnya untuk jenis vegetasi rumput-rumputan atau tanaman keras semusim (misalnya pohon jati).


4.    Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan (bahan organik). Tanah humus ini sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian, warnanya kehitaman. Tanah jenis ini terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

5.    Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Karena tua sekali maka tanah ini sudah tidak subur lagi. Tanah laterit berwarna merah muda sehingga disebut pula tanah merah. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Lampung.

6.      Tanah Latosol
Latosol adalah tanah yang terbentuk dari batuan beku,sedimen,dan metafomorf.  Tanah latosol memiliki ciri-ciri yaitu, merupakan jenis tanah yang telah berkembang atau terjadi deferensiasi horison, solum dalam, tekstur lempung, warna coklat, merah hingga kuning, mudah menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Tanah ini tersebar di kawasan Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi.

7.    Tanah Litosol
Tanah litosol belum lama mengalami perkembangan tanah, akibat pengaruh iklim yang lemah, letusan vulkan, atau topografi yang terlalu miring atau bergelombang. Tanah jenis ini merupakan tanah mineral dengan sedikit perkembanan profil, tekstur tanah beraneka dan pada umumnya berpasir, tidak bertekstur, warna, kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi. Tanah litosol terdapat di daerah pegunungan kapur dan daerah karst di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku Selatan.
                                            
8.    Tanah Kapur
Tanah kapur adalah tanah yang berasal dari batuan kapur yang pada umumnya terdapat di daerah pegunungan kapur dan berumur tua. Tanah ini tidak subur, tetapi masih dapat ditanami pohon jati. Tanah ini terdapat di daerah seperti daerah hutan jati di Pegunungan Kendeng, Blora, Jawa Tengah, dan di Pegunungan Sewu, Gunung Kidul, Yogyakarta. Persebarannya banyak terdapat di daerah pegunungan kapur, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku dan Sumatera.

10. Tanah Mergel
Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran batuan kapur, pasir dan tanah liat. Pembentukan tanah mergel dipengaruhi oleh hujan yang tidak merata sepanjang tahun. Tanah mergel termasuk jenis tanah yang subur dan banyak terdapat di lereng pegunungan dan dataran rendah, misalnya Solo (Jawa Tengah), Madiun, dan Kediri (Jawa Timur).

11. Tanah Podzolik Merah Kuning
Tanah podzolik merah kuning merupakan jenis tanah yang memiliki persebaran terluas di Indonesia. Berasal dari bahan induk batuan kuarsa di zona iklim basah dengan curah hujan antara 2.500 – 3.000 mm/tahun. Sifatnya mudah basah dan mudah mengalami pencucian oleh air hujan, sehingga kesuburannya berkurang. Dengan pemupukan yang teratur, jenis tanah ini dapat dimanfaatkan untuk persawahan dan perkebunan. Tersebar di dataran-dataran tinggi Sumatra, Sulawesi, Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara.

12. Tanah Regosol
Tanah regosol adalah tanah yang terbentuk akibat pelapukan batuan yang mengandung abu vulkanik, pasir pantai dan nafal. Ciri-cirinya yaitu, Tanah regosol merupakan hasil erupsi gunung berapi, Jenis tanah masih muda, belum mengalami deferensiasi horison, bersifat subur, berbutir kasar, berwarna keabuan, kaya unsur hara, cenderung gembur, kemampuan menyerap air tinggi, dan mudah tererosi. Persebaran jenis tanah ini di Indonesia terdapat di setiap pulau yang memiliki gunung api, baik yang masih aktif ataupun yang sudah mati. Seperti Jawa, Sumatra, dan Madura. Banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

4.     MACAM-MACAM JENIS TANAH

1.     Non vulkanik
Tanah non
a.     Tanah aluvial
Alluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai-sungai. Sifat tanah jenis ini gembur, dapat menyerap air. Ciri-ciri tanah ini yaitu, jenis tanah masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, dan kesuburan umumnya sedang hingga tinggi. Tanah ini cocok ditanami, palawija, tembakau, tebu, sayuran, kelapa dan buah-buahan. Jenis tanah ini terdapat di Jawa bagian Utara, Sumatra bagian Timur, Kalimantan bagian Barat dan Selatan.Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai seperti di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.
                                                                                          
b.     Tanah litosol
 Tanah litosol belum lama mengalami perkembangan tanah, akibat pengaruh iklim yang lemah, letusan vulkan, atau topografi yang terlalu miring atau bergelombang. Tanah jenis ini merupakan tanah mineral dengan sedikit perkembanan profil, tekstur tanah beraneka dan pada umumnya berpasir, tidak bertekstur, warna, kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi. Tanah litosol terdapat di daerah pegunungan kapur dan daerah karst di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku Selatan.

c.      Tanah Mediteran

hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen. Mepunyai ciri-ciri warna putih kecoklatan, keras, tidak subur.Dapat dimanfatkan untuk pertanian tegalan, hutan jati. Tanah jenis ini tersebar dipegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera.



                               


No comments:

Post a Comment